Tertunduk Malam: Pertemuan Menakutkan dengan Hantu di Kuburan

Karya Alpha Author


Tertunduk Malam: Pertemuan Menakutkan dengan Hantu di Kuburan

Di tengah malam yang gelap gulita, seorang pria bernama Reza melangkah dengan hati-hati di antara batu nisan dan pohon-pohon tua yang berdiri tegak di kuburan tua desa. Langkahnya yang ragu tidak hanya disebabkan oleh ketakutannya akan kegelapan, tetapi juga oleh cerita-cerita mengerikan yang sering ia dengar tentang tempat ini.

Reza sebenarnya tidak percaya pada hal-hal gaib, tetapi malam ini dia merasa seperti ada sesuatu yang aneh di udara. Cahaya rembulan yang samar-samar menyinari jalan setapak di antara kuburan, menciptakan bayangan yang menyeramkan di setiap sudut. Dia mendengar desiran angin di antara pepohonan kering yang membuat bulu kuduknya merinding.

Saat dia melangkah lebih jauh, Reza tiba-tiba merasa seolah-olah ada seseorang yang mengawasinya dari balik sebuah batu nisan tua. Dia memperlambat langkahnya dan mencoba menahan napasnya, mendengarkan dengan telinga yang tegang. Namun, hanya suara angin malam yang menggerutu di sekitarnya.

Tiba-tiba, dari balik sebuah pohon yang rimbun, Reza melihat sesosok bayangan hitam yang bergerak-gerak perlahan. Dia merasa sesuatu menyentuh pundaknya dengan dingin, seperti sentuhan lembut dari udara dingin malam itu. Reza menoleh cepat ke belakang, tetapi tidak ada apa-apa di sana.

Hatinya berdebar kencang. Dia melangkah lebih cepat, mencoba mengabaikan ketakutannya yang semakin memuncak. Namun, setiap langkah yang dia ambil terasa semakin berat, seolah-olah ada sesuatu yang menarik kakinya ke arah yang salah.

Ketika dia hampir mencapai ujung kuburan, Reza melihat sesosok siluet putih yang samar-samar terlihat di depannya. Dalam kegelapan, cahaya rembulan menerangi wajah pucat yang memandangnya dengan mata kosong. Reza hampir tidak bisa bernapas, terpaku di tempatnya, saat sosok itu mendekat dengan langkah-langkah perlahan.

“Siapa… siapa kamu?” desis Reza, suaranya gemetar.

Sosok itu tidak menjawab, tetapi terus maju ke arahnya dengan langkah yang tenang. Reza mencoba mundur, tetapi kakinya terasa seperti terpaku di tempat. Dia melihat sosok itu semakin dekat, wajahnya semakin jelas di bawah sinar rembulan yang pucat.

Tiba-tiba, suara desiran angin berubah menjadi suara tawa yang mengerikan dan kekerasan. Reza menutup matanya erat-erat, berharap semua ini hanya mimpi buruk. Namun, ketika dia membuka matanya kembali, sosok itu menghilang begitu saja, meninggalkan Reza terdiam dalam kegelapan yang menyelimuti kuburan.

Reza melarikan diri dari kuburan dengan nafas tersengal-sengal, hatinya masih berdegup kencang dalam ketakutan yang mendalam. Dia tidak pernah lupa pertemuan mengerikan itu, dan setiap kali melewati kuburan di malam hari, dia selalu merasa ada sesuatu yang mengawasinya dari balik bayangan gelap yang menakutkan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish