Alpha Author


Selama tujuh tahun lamanya, Alexa menyimpan rahasia yang hanya diketahuinya sendiri. Di sebuah kafe kecil di sudut kota, dia selalu duduk di meja pojok, diam-diam mengamati pria yang menjadi pusat perhatiannya: Dylan. Mereka bertemu pertama kali di sebuah pesta teman, di mana Dylan dengan cerobohnya menyelipkan lelucon yang membuat Alexa tertawa sepanjang malam. Sejak itu, Alexa tidak bisa menghapus senyum Dylan dari ingatannya.

Setiap hari, Alexa menemani hari-harinya dengan memikirkan Dylan. Dia menemukan cara-cara kecil untuk menyenangkan hatinya sendiri, seperti membeli kue kesukaannya dan membayangkan Dylan menikmatinya bersamanya. Namun, dalam diamnya, dia tahu bahwa Dylan tidak pernah menyadari perasaannya.

Alexa tidak pernah bermaksud untuk mengungkapkan perasaannya. Baginya, Dylan adalah pria yang terlalu baik, terlalu sempurna, untuk mengenal dan mencintai seorang wanita seperti dirinya. Dia merasa tidak pantas untuk berada di sampingnya, seperti seorang pengamat yang hanya bisa menatap dari kejauhan.

Suatu hari, Alexa menemukan dirinya di sebuah buku tua di perpustakaan kota. Di halaman-halaman yang usang, dia menemukan kutipan yang menggambarkan perasaannya dengan sempurna: “Cinta diam-diam, seperti matahari yang bersembunyi di balik awan, memberi kehangatan tanpa menuntut balasan.”

Hingga suatu malam, Alexa dan Dylan bertemu kembali di sebuah pesta teman masa kecil mereka. Dylan berdiri di ujung ruangan, dikelilingi oleh teman-temannya yang bersemangat menceritakan kisah-kisahnya. Alexa diam-diam menatapnya, tersenyum melihat betapa cerahnya wajah Dylan saat tertawa. Dia tahu, perasaannya tidak akan pernah berubah, tetapi itulah yang membuatnya merasa hidup.

Sementara malam berakhir dan tamu-tamu mulai berpisah, Alexa berjalan keluar sendirian. Dibawah langit yang berbintang, dia merasakan kehangatan dalam hatinya yang selalu dipenuhi oleh cinta yang terpendam. Mungkin dia tidak pernah menjadi bagian dari kehidupan Dylan, tetapi dalam diamnya, Alexa tahu bahwa cinta yang dia rasakan telah memberinya kekuatan untuk melangkah maju, dan itulah yang terpenting baginya.

Terkunci dalam diam, cinta tak terucap mengalir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish